BAGAIMANA CARA BERTAUBATNYA ORANG YANG SUKA MENCURI?, CUKUP BERTAUBAT ATAU HARUS MENGEMBALIKAN BARANG CURIANNYA? ❓

19.21
════════════════════
      🔰 FAKULTAS ROQOIQ 
      ‎      ZUHUD FIDDUNYA 🔰
      ‎     SOAL JAWAB No. 51
════════════════════

BAGAIMANA CARA BERTAUBATNYA ORANG YANG SUKA MENCURI?, CUKUP BERTAUBAT ATAU HARUS MENGEMBALIKAN BARANG CURIANNYA? ❓

🔒❔ Pertanyaan :

Bismillah... Ustadz Saeed mau bertanya. Bagaimana dengan orang ketika mencuri atau punya salah dengan orang lain kemudian bertaubat, apakah cukup mohon ampun kepada Allah atau harus minta maaf kepada yang kita curi atau kita zalim itu?. Jaazakallahukhoir


🔓 ✍️ Ustadz Saeed Al-Bandunjie :

Taubat adalah perkara yang sangat baik untuk penghapus dosa. Maka Alloh telah memerintahkan seluruh orang beriman untuk bertaubat :

قاتعالى:{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحاً} [التحريم:8]

"(Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang sesungguhnya)".
(QS. At-Tahrim [66] : 8)

 Dan taubat seorang hamba dari dosa-dosanya adalah perkara yang sangat dicintai Alloh.

 لقوله تعالى: {إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ} [ البقرة: 222].

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri".
(QS. Al-Baqarah [2] : 222)

Dan taubat adalah sumber kejayaan dan keberuntungan hamba saat berdosa dan bertaubat kepada-Nya

  لقوله تعالى: {وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} [النور:31]

"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung".
(QS. An-Nur [24] : 31)

Inilah keutamaan taubat dari dosa-dosa. Namun dosa itu jika dikembalikan kepada objeknya, terbagi menjadi dua:

1⃣ PERTAMA : DOSA-DOSA YANG OBJEKNYA BERHUBUNGAN DENGAN ALLOH.

Maka ini akan terhapus dengan taubat.
Dalilnya seperti di Al-Qur'an yang kita sebutkan di atas yaitu di Surat At-Tahrim ayat 8 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.

Dan di hadits Abi Musa yang diriwayatkan Muslim : Bersabda Rasululloh ﷺ :

"إن الله يبسط يده بالليل ليتوب مسيء النهار، ويبسط يده بالنهار ليتوب مسيء الليل حتى تطلع الشمس من مغربها

"Sesungguhnya Alloh melapangkan tangannya di malam hari untuk orang-orang yang bertaubat dari dosa-dosa di siang hari dan Alloh membuka lebar tangannya di siang hari bagi orang-orang yang berdosa di malam hari sampai terbit matahari di arah barat".

2⃣ KEDUA : DOSA-DOSA KEPADA SESAMA MAKHLUQ.
Yaitu kedzolimn yang kita lakukan kepada saudara kita seperti ghibah, mencuri, korupsi, mencederai dan mengucurkan darah bahkan membunuh saudara kita dari kalangan kaum  muslimin.

Dalilnya seperti hadits Abdillah bin Amru bin Alash di Shohih Muslim :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ( يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ ).

"Bahwa Nabi ﷺ bersabda : 'diampuni dosa bg yang mati syahid semua dosa-dosanya kecuali utangnya'".

Dan di hadits Abi Hurairoh di Shohih Al-Bukhori :

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "من كانت له مظلمةٌ لأخيه أو شيء فليتحلله قبل أن لا يكون دينار ولا درهم، إن كان له عملٌ صالحٌ أُخذ منه بقدر مظلمته، وإن لم تكن له حسنات، أُخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه "

"Berkata Nabi ﷺ : 'Barangsiapa yang mempunyai kedzoliman kepada saudaranya atau hutang maka agar segera meminta halal/ampunan dari orang yang dizholiminya sebelum datang hari kiamat di hari yang tidak berlaku dinar dan dirham, maka jika mempunyai amal sholih akan diambil sebagai balasan kedzolimannya dan jika tdk mempunyai lagi kebaikan maka akan diambil dosa keburukan yang didzolimi dan diberikan kepada yang mendzolimi'".

🔹Point Pendalilannya :
bahwa seluruh dosa-dosa antara dia dengan Alloh akan diampuni namun antara dia dengan hak-hak dosa manusia tidak diampuni, seperti hutang, yang  mana akan diampuni setelah terlunasi sehingga rela orang yang dipinjami atasnya.

Maka disebutkan oleh para ulama seperti an-Nawawi dan al-Qurthubi dan ibn Katsir dan ibn Taimiyyah berkata :

وقال شيخ الإسلام ابن تيمية: "وأما حق المظلوم فلا يسقط بمجرد التوبة، وهذا حق، ولا فرق في ذلك بين القاتل وسائر الظالمين، فمن تاب من ظلم لم يسقط بتوبته حق المظلوم، لكن من تمام توبته أن يعوضه بمثل مظلمته، وإن لم يعوضه في الدنيا فلا بد له من العوض في الآخرة، فينبغي للظالم التائب أن يستكثر من الحسنات، حتى إذا استوفى المظلومون حقوقهم لم يبق مفلسًا (مجموع الفتاوى 18/187)

"Adapun hak-hak yang terdzolimi maka tidak luluh dosa-dosanya hanya dengan bertaubat kepada Alloh, maka tidak berbeda dalam masalah ini seorang pembunuh dengan seorang yang mendzolimi saudara-saudaranya untuk kesempurnaan taubatnya dia harus mengembalikan dari apa-apa yang dia perbuat dengan manusia di dunia ini dengan mencari keridhoan manusia, karena kalau tidak maka perhitungannya di akhirat kelak, maka bagi pelaku kedzoliman ini agar bertaubat dan banyak melaksanakan amal-amal sholih, agar saat di hari kiamat orang yang didzolimi mengadu kepada Alloh dan diambil kebaikan amal sholihnya, maka tidak akan habis sehingga dia menjadi orang yang bangkrut di akhiratnya.

♻️ Kesimpulan:
Tidak jatuh dosa kedzoliman kepada  kaum muslimin seperti ghibah dan pencurian, hutang bahkan pembunuhan kecuali dengan taubat kepada Alloh dan mencari keridhoan di dunia kepada mereka yang pernah didzolimi maka jika tidak akan berlangsung kedzoliman di hari kiamat, dimana pendzolim dan yang didzolimi saling meridhoi dengan pembayaran amal-amal sholih dan pembebanan amal buruk, maka bagi pendzolim yang banyak mendzolimi harga diri dan pendiskredit reputasi saudaranya dengan ghibah atau para pemakan riba dan koruptor dan penipu uang ummat agar bertaubat nashuha dan melaksanakan banyak amal sholih, seperti puasa sunnah dan sholat malam dan banyak bershodaqoh, sehingga saat diambil amal-amalnya oleh manusia yang terdzolimi modal amal-amalnya masih ada dan bisa masuk ke syurga.

والله أعلم

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »