MANDI JUNUB BAGI YANG SAKIT BOLEH DIGANTI DENGAN TAYAMMUM

19.38
════════════════════
            🔰 FAKULTAS 🔰
 ‎    ▪️ ILMU HADITS & FIQH ▪️
 ‎           SOAL JAWAB No. 25
════════════════════

MANDI JUNUB BAGI YANG SAKIT BOLEH DIGANTI DENGAN TAYAMMUM

⁉️✍️ Pertanyaan :

Ustadz,
Bagaimana cara bersucinya orang yang sedang sakit dan dalam keadaan junub sehingga tidak bisa mandi?
Syukron ustadz.


💺 Ustadz Saeed Al-Bandunjie :

Orang yang sakit dan dalam keadaan junub maka cukuplah dia bertayamum saja. Ini sesuai dengan hadits Amru bin al-Ash :

عمرو بن العاص ـ رضي الله عنه ـ قال: احتلمت في ليلة باردة في غزوة ذات السلاسل، فأشفقت إن اغتسلت أن أهلك، فتيممت ثم صليت بأصحابي الصبح، فذكروا ذلك للنبي صلى الله عليه وسلم فقال: يا عمرو صليت بأصحابك وأنت جنب؟ فأخبرته بالذي منعني من الاغتسال، وقلت: إني سمعت الله يقول: ولا تقتلوا أنفسكم إن الله كان بكم رحيماً ـ فضحك رسول الله صلى الله عليه وسلم ولم يقل شيئاً
"Aku bermimpi di malam yang dingin di perang Dzatus Salaasil. Maka aku takut jika mandi akan mencelakakanku. Maka aku bertayamum kemudian sholat Fajr mengimami shohabatku."
Maka disebutkan kepada Nabi ﷺ : "ya Amru kamu mengimami mereka dan kamu dalam keadaan junub?. Aku kabarkan penyebabnya. Setelah itu Amr menyampaikan sebab tambahan, “Aku ingat dengan firman Allah Ta’ala, ‘Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.’ (Qs. An-Nisa’ [4]: 29). Maka aku pun tayammum, kemudian shalat.”

Maka tertawalah Nabi ﷺ tanpa berkata-kata lagi.

Hadits ini dikeluarkan Abu Daud dan Ibn Hibban dengan sanad yang shohih dan dishohihkan oleh Syeikh al-Albaani.

Cukuplah dengan hadits ini pendalilannya. Adapun di sana ada hadits kisah shohabat yang terluka di kepalanya dan bermimpi lalu beliau malah mandi bukan tayamum sehingga mengakibatkan dirinya meninggal, maka ketika hal ini disampaikan kepada nabi ﷺ  beliau marah dan berkata : cukuplah dengan bertayamum.
Hadits ini datang dari Jabir dan ibn Abbaas. Namun tidak kuat haditsnya.

Adapun cara ber-tayamum-nya adalah seperti disebutkan oleh Nabi ﷺ di hadits Ammaar bin Yasir yang derajatnya tidak diragukan lagi, muttafaqun alaih

( إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَصْنَعَ هَكَذَا ؛ فَضَرَبَ بِكَفِّهِ ضَرْبَةً عَلَى الأَرْضِ ثُمَّ نَفَضَهَا ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا ظَهْرَ كَفِّهِ بِشِمَالِهِ ، أَوْ ظَهْرَ شِمَالِهِ بِكَفِّهِ ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ )

"Sebenarnya cukup bagimu untuk bersuci (bertayammum) dari junub itu dengan melakukan hal ini. Kemudian beliau memukulkan kedua tangan beliau pada tanah dengan sekali pukul lalu mengibaskannya, lalu mengusap  punggung telapak tangannya dengan tangan kirinya atau mengusap punggung tangan kirinya dengan telapak tangannya. Kemudian beliau mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya".
(HR. al-Bukhari no. 347 dan Muslim no. 368)

Lebih jelas lagi diriwayatkan Abu Daud :

(فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى الأَرْضِ فَنَفَضَهَا ، ثُمَّ ضَرَبَ بِشِمَالِهِ عَلَى يَمِينِهِ ، وَبِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ عَلَى الْكَفَّيْنِ ، ثُمَّ مَسَحَ وَجْهَهُ

Dan sanadnya sama dengan yg di Shohihain, hanya saja Syeikh al-Bukhori Muhammad bin Salaam yang tsiqoh diganti dengan Muhammad bin Sulaiman al-Anbaari yang kedudukannya shoduq, sehingga derajatnya hasan.

Dengan lafdz yang lebih jelas: kemudian mengusap telapak kirinya ke punggung tangan kanan dan telapak tangan kanan mengusap punggung tangan kirinya, lalu mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

والله أعلم

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »