MEMBANTAH SYUBHAT BELAJAR AGAMA BOLEH DARI SIAPA SAJA, AMBIL KEBAIKANNYA BUANG KEBURUKANNYA

08.53
════════════════════
      🔰 FAKULTAS MANHAJ 🔰
      ‎       SOAL JAWAB No. 19
════════════════════


MEMBANTAH SYUBHAT BELAJAR AGAMA BOLEH DARI SIAPA SAJA, AMBIL KEBAIKANNYA BUANG KEBURUKANNYA

🔒 Pertanyaan :

Assalamu'alaikum,
Afwan ustadz, saya banyak mendengar dari teman-teman yang belajar dengan ustadz-ustadz, agar kita belajar dari majelis-majelis dzikir siapa saja. Tidak usah dibatasi harus belajar dengan ustadz fulan atau ustadz fulan. Walau ustadz fulan itu salah atau ustadz fulan itu mub'tadi, kita belajar sama siapa saja yang penting kita ambil yang benarnya, kita buang yang salahnya. Bagaimana menurut ustadz?


✔️ Jawaban :
✍️ Ustadz Saeed Al-Bandunjie :

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Itu syubhat murahan-kacangan yang biasa dilemparkan ahlu bid'ah agar manusia meninggalkan ilmu jarh wa ta'dil, sehingga mereka tertipu untuk tetap mengikuti kajiannya atau mendengar para ulama, ustadz atau pemateri yang telah dijarh oleh para ulama kibar. Contohnya, Syeikh Ali Hasan Al-Halaby dan Muhammad Al-Aarifi atau ustadz dari Indonesia seperti  Firanda yang dijarh Syeikh Abdullah dengan ucapan pendusta atau Dzulqornain yang dicela Syeikh Robie al-Madkholi sebagai laab maakir mutalawwin, yang mana sistem dakwahnya serupa dengan dakwah  Al-Halaby.

Kalau keadaannya seperti ini, -awam diberikan syubhat bahwa belajar agama bisa belajar dari ustadz siapapun- maka bagaimana orang awam yang baru mulai hijrah atau mengaji bisa tahu dan menyaring yang haq dari kebatilan?????!

Justru mereka butuh bimbingan untuk mengetahui yang haq dari yang bathil.
Maka dengan menyaring dari siapa mereka mengambil ilmu sekaligus juga untuk selektif dalam menghadiri majlis ahlul bidah itulah jalan yang tepat. Ini sesuai dengan  nasehat dari Nabi ﷺ di Sunan Abu Daud dari Abu Hurairoh yang sanadnya shohih.

:” المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يُخَالِل”

"Agama seseorang tergantung dari agama teman dekat yang sangat dicintainya."

عن ابن سيرين قال إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم

Diriwayatkan Imaam Muslim di Muqodimah-nya berkata Ibn Sirin :
"Bahwa sesungguhnya ilmu itu adalah agama. Maka selektiflah dari siapa kalian (mencari pengajar) agar mengambil agama-agama kalian."

Maka silahkan membaca ucapan Al-Walid Robie bin Hadi Al-Madkholi rohimahulloh:

قال الشيخ العلامة الناصح ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله تعالى :

الشبهة الأولى : نقرأ في الكتب ونجالس أهل البدع ونأخذ الحق وندع الباطل : هذه لعبت كما يقال دوراً كبيراً – في رمي كثير من الشباب – في إخراجهم من المنهج السلفي ورميهم في أحضان أهل الباطل والبدع ؛ فهو المسكين يقرأ في كتب البدع ولا يميز بين الحق والباطل فيرى الحقَّ باطلاً والباطل حقاًّ ؛ فيضل !!!! .

Syubhat yang pertama :
Kita membaca kitab-kitab dan duduk di majelis-majelis ahlu bid'ah. Dan kita mengambil yang baiknya dan meninggalkan yang buruknya. Maka permainan ini banyak menyebabkan para pemuda keluar dari manhaj salafy dan ditampung dan dipeluk ahli bathil dan bid'ah. Maka kasiahan dia duduk dan membaca kitab ahli bid'ah. Dan tidak bisa membedakan antara al-haq dengan al-bathil. Maka dia memandang yang haq sebagai bathil dan kebathilan sebagai yang al-haq. Dan dia pun tersesatlah!!.

والله أعلم

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »