⁉MEMINTA YANG DILARANG DAN MEMINTA YANG DIBOLEHKAN

22.15
════════════════════
      🔰 FAKULTAS ROQOIQ
      ‎      ZUHUD FIDDUNYA 🔰
      ‎   SOAL JAWAB No. 34 A
════════════════════

⁉MEMINTA YANG DILARANG DAN MEMINTA YANG DIBOLEHKAN ❓


📬 Pertanyaan :

Bismillah...
Afwan ustadz, sebatas apa yang dimaksud dengan "tercelanya meminta-minta"?. Tolong diberikan contohnya. Jazakumulloh khoiron


💺✔ Ustadz Saeed Al-Bandunjie :

Meminta yang tercela adalah meminta dalam keadaan rakus. Dimana dia kaya atau berkecukupan yang sebenarnya tidak butuh untuk meminta kepada manusia tapi dia terus-menerus meminta sehingga menjadi profesinya. Maka ini hukumnya haram dan terhina.

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنه قال قال النبي صلى الله عليه وسلم ما يزال الرجل يسأل الناس حتى يأتي يوم القيامة ليس في وجهه مزعة لحم

Seperti di hadits Ibn Umar yang muttafaqun alaih : tidaklah seseorang terus-menerus meminta kepada manusia (padahal sudah cukup) maka balasannya di hari kiamat dibangkitkan dalam keadaan mukanya tidak berdaging (seperti tengkorak).

 عن سهل ابْنُ الْحَنْظَلِيَّةِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ سَأَلَ وَعِنْدَهُ مَا يُغْنِيهِ، فَإِنَّمَا يَسْتَكْثِرُ مِنَ النَّارِ» - وَقَالَ النُّفَيْلِيُّ فِي مَوْضِعٍ آخَرَ: مِنْ جَمْرِ جَهَنَّمَ -

Dikeluarkan Abu Daud susunannya dari Sahl bin Handzolah berkata Nabi shallallahu alaihi wassalam : "barang siapa yang meminta dan padanya kecukupan maka dia akan memperkaya dari api neraka". Di riwayat :  memperbanyak dari batu-batu neraka.
Hadits ini dishohihkan syeikh kami Muqbil Al-Wadi’i di Dzamil Masalah.

Adapun jika orang memang faqir dan tidak mempunyai apa-apa maka boleh untuk meminta. Sebagai keumuman ayat 
{وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى

"Dan saling tolong-menolonglah dalam kebaikan".

Dan di hadits Muslim dari Qobishoh bin al-Mukhoriq bahwa dia mempunyai beban utang karena mengishlahkan dari orang-orang yang berseteru. Maka aku datangi Nabi shollallahu alaihi wasallam untuk meminta sesuatu maka saat akan diberikan shodaqoh. Berkata Nabi shallallahu alaihi wasallam :
"Wahai Qobishoh bahwa meminta itu tidak boleh kecuali di tiga perkara: seseorang yang berutang untuk menshulh maka boleh untuk meminta sampai dia mampu keluar dari hutangnya kemudian berhenti dari meminta dan seseorang yang tertimpa bencana besar (banjir. Kebakaran) hancur dan hilang hartanya maka boleh meminta sampai mampu untuk keperluannya. Dan orang yang tadinya kaya lalu jatuh miskin (bangkrut). Maka bagi dia agar memerintahkan 3 orang dari kerabat atau tetangga yang mempersaksikan tentang keberadaan orang ini dari kemiskinannya maka boleh meminta sampai dia mampu maka selain yang tiga ini wahai Qobishoh harom untuk memakannya".

 عن قبيصة بن مخارق الهلالي قال تحملت حمالة فأتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم أسأله فيها فقال أقم حتى تأتينا الصدقة فنأمر لك بها قال ثم قال يا قبيصة إن المسألة لا تحل إلا لأحد ثلاثة رجل تحمل حمالة فحلت له المسألة حتى يصيبها ثم يمسك ورجل أصابته جائحة اجتاحت ماله فحلت له المسألة حتى يصيب قواما من عيش أو قال سدادا من عيش ورجل أصابته فاقة حتى يقوم ثلاثة من ذوي الحجا من قومه لقد أصابت فلانا فاقة فحلت له المسألة حتى يصيب قواما من عيش أو قال سدادا من عيش فما سواهن من المسألة يا قبيصة سحتا يأكلها صاحبها سحتا.

♻ Kesimpulan : 
boleh meminta-minta jika memang dibutuhkan dan diperlukan namun tidak boleh terus-menerus. Kalau sudah mampu tapi masih juga terus meminta-minta maka ini akan menjadi harom dan diancam wajahnya menjadi tengkorak seperti hadits Ibn Umar di atas.

والله أعلم

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »