INGIN KELUAR DARI BANK RIBAA TAPI TAKUT TIDAK BISA BAYAR HUTANG*

19.54
══════════════════
   🔰  FAKULTAS FIQH 🔰
   ‎          ⭐️ RIBAA ⭐️
       SOAL JAWAB No. 69
══════════════════

 *
INGIN KELUAR DARI BANK RIBAA TAPI TAKUT TIDAK BISA BAYAR HUTANG*

📩🔓 Pertanyaan :

Assalamu'alaikum ustadz, saya ada titipan pertanyaan sebagai berikut :

Saya sudah lama bekerja di bank. Namun baru-baru ini saya diberi hidayah oleh Allah tentang dosa riba. Saya ingin berhenti bekerja di bank tersebut, namun saya punya utang, yang jika saya berhenti bekerja, saya tidak tahu bagaimana saya akan melunasi utang saya.
Apa solusi untuk saya?

Demikian ustadz, jazaakaallahu khairan.


👆✍️ *Ustadz Saeed Albandunjie* _(Abu Yaman -laqob dari Syeikh Adil Manshur-)_

Alloh telah memerintahkan kita untuk mencari sumber rizqi makanan yang halal saja dan tidak dari yang harom.

﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ ﴾ [البقرة: 168].

"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu".
(QS. Al-Baqarah ayat 168)

Di dalam ayat ini kita diperintahkan untuk mencari sumber rizqi yang halal lalu diikuti dengan larangan mengikuti tipu daya asyaithon, karena syaithon sangat semangat untuk berusaha keras memasukkan makanan dari hasil yang haram ke perut manusia.

Maka diperintahkan untuk memakan yang halal saja dan mensyukuri dari sumber rezeqi yang halal meski sulit, berat dan sedikit.

وقال تعالى: ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ ﴾ [البقرة: 172].

 "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah". (QS. Al-Baqarah ayat 172)

Jika dia mengikuti bisikan syaithon untuk menerima uang yang haram (yang mudah dan banyak) seperti suap, korupsi atau uang ribaa, maka sumber yang haram itu masuk ke perutnya, dicerna lalu diabsorbsi di usus halus diubah menjadi power (kekuatan/tenaga). Dari sumber yang haram itu juga kemudian berubah menjadi darah, otot dan daging yang semuanya harom!. Kelak, daging tersebut menjadi santapan api neraka, seperti di hadits Jabir dan Ka'ab bin Ujroh :

 (لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ ، النَّارُ أَوْلَى بِهِ)

Bersabda Nabi Muhammad ﷺ :  Tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari hasil as-Suht yang harom (ribaa, korupsi, suap, pencurian, perampokan). Maka api neraka lebih berhak bagi daging ini."

Maka dari ayat dan hadits di atas tidak boleh bagi saudaraku untuk tetap bekerja di bank karena merupakan sumber mata pencaharian yang harom. Silahkan merujuk kembali ke Soal-Jawab No. 28.

Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
البقرة 275

"Orang-orang yang makan (mengambil) ribaa tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba."
(QS. Al-Baqarah ayat 275)

Alloh ‘Azza wa Jalla juga berfirman:

فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا – وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan disebabkan mereka memakan riba, Padahal Sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.”
(QS. An-Nisaa’ : 160-161)

Dan Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan ribaa dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”
(QS. Ali Imraan : 130)

Di surat Al-Baqarah, Alloh akan memerangi mereka para pemakan riba :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٢٧٨)فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لا تَظْلِمُونَ وَلا تُظْلَمُونَ (٢٧٩)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: 275-279)

Adapun pendalilan dari hadits tentang pengharoman ribaa seperti hadits muttafaqun alaih dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ

“Hindarilah tujuh hal yang membinasakan.” Ada yang bertanya: “Apakah tujuh hal itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa dengan cara yang haram, memakan riba, memakan harta anak yatim, kabur dari medan perang, menuduh berzina wanita suci yang sudah menikah karena kelengahan mereka."

Dan berkesendirian Imaam Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu :

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

“Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja."

Dan berkesendirian juga al-Imaam Al-Bukhari dari shohabat Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu bahwa ia menceritakan: Rasulullah ﷺ bersabda:

رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي فَأَخْرَجَانِي إِلَى أَرْضٍ مُقَدَّسَةٍ فَانْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا عَلَى نَهَرٍ مِنْ دَمٍ فِيهِ رَجُلٌ قَائِمٌ وَعَلَى وَسَطِ النَّهَرِ رَجُلٌ بَيْنَ يَدَيْهِ حِجَارَةٌ فَأَقْبَلَ الرَّجُلُ الَّذِي فِي النَّهَرِ فَإِذَا أَرَادَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ رَمَى الرَّجُلُ بِحَجَرٍ فِي فِيهِ فَرَدَّهُ حَيْثُ كَانَ فَجَعَلَ كُلَّمَا جَاءَ لِيَخْرُجَ رَمَى فِي فِيهِ بِحَجَرٍ فَيَرْجِعُ كَمَا كَانَ فَقُلْتُ مَا هَذَا فَقَالَ الَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهَرِ آكِلُ الرِّبَا

“Tadi malam aku melihat dua orang lelaki, lalu keduanya mengajakku pergi ke sebuah tanah yang disucikan. Kamipun berangkat sehingga sampai ke satu sungai yang berair darah. Di situ terdapat seorang lelaki sedang berdiri. Di tengah sungai terdapat seorang lelaki lain yang menaruh batu di hadapannya. Ia menghadap ke arah lelaki yang ada di sungai. Kalau lelaki di sungai itu mau keluar, ia melemparnya dengan batu sehingga terpaksa lelaki itu kembali ke dalam sungai (dalam kedaan) berdarah. Demikianlah seterusnya setiap kali lelaki itu hendak keluar, lelaki yang di pinggir sungai melempar batu ke mulutnya sehingga ia terpaksa kembali lagi seperti semula. Aku bertanya: “Apa ini?” Salah seorang lelaki yang bersamaku menjawab: “Yang engkau lihat dalam sungai darah itu adalah pemakan riba.”

Maka saya nasihatkan 6⃣ perkara untuk saudaraku.

1⃣ Pertama :
Bersegeralah untuk bertaubat dari pekerjaan yang haram tersebut. Dan jangan putus asa dari rohmat Alloh. Alloh akan mengampuni para pendosa dari hamba-Nya jika mereka bertaubat. Taubatlah dengan taubatan nasuha yang penuh penyesalan dan berazam (bertekad kuat) untuk tidak kembali ke pekerjaan ribaa itu lagi.

Alloh berfirman :

﴿ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai."
(QS. At-Tahriim : 8)

2⃣ Kedua :
Perbanyak sholat lima waktu yang wajib dan bersabar atas ketaatan kepada Alloh dengan menjauhi riba tersebut. Maka Alloh pasti akan memudahkan urusannya.

Alloh berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (153)

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah : 153)

3⃣ Ketiga :
Bertakwalah kepada Alloh. Dengan melaksanakan perintah Alloh dan Rosul-Nya dan menjauhi larangan keduanya.
Maka Alloh akan membukakan rizqi yg melimpah, sesuai firman-Nya :

ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزفه من حيث لا يحتسب

”Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. Ath-Thalaq : 2-3)

4⃣ Keempat :
Perbanyak Istighfar (meminta ampun) kepada Allah. Jadikan mulut kita basah dengannya.
KARENA MEMPERBANYAK ISTIGHFAAR AKAN MEMPERBANYAK RIZQI.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengisahkan Nabi Nuh:

فقلت استغفروا ربكم إنه كان غفارا. يرسل السماء عليكم مدوارا. ويمددكم بأموال وبنين ويجعل لكم جنات ويجعل لكم أنهارا.

“Maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhan kalian, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepada kalian, memperbanyak harta dan anak-anak kalian, mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untuk kalian.”
(QS. Nuh : 10-12)

5⃣ Kelima :
Agar saudaraku menyambung tali persaudaraan dengan keluarga, yang mungkin dulu terlupakan saat sibuk bekerja di bank. Maka kunjungilah sanak famili dari orang tua dan saudara sekandung dan kerabat. Sekalian menjelaskan bahwa dirinya telah taubat dan keluar dari perkara yang haram.

 عن أنس بن مالك_ رضي الله عنه_ قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((من سرهُ أن يبسط له في رزقه ، ويُنسأ له في أثرة فليصل رحمه.

Sebagaimana yang diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda:” Barangsiapa ingin diluaskan rezekinya maka sambunglah tali persaudaraan.”
(HR. Imam Bukhori dan Imam Muslim)

6⃣ Keenam :
Bertawakallah kepada Alloh dengan penuh keyakinan bahwa setelah saudaraku meninggalkan pekerjaan yang harom maka Alloh akan menggantinya dengan yang halal dan teruslah berusaha mencari rejeki yang halal, biar Alloh yang di atas yang memudahkannya, seperti firman-Nya :

 و من يتوكل على الله فهو حسبه

"Barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”
(QS. Ath-Thalaq : 3)

Dan di hadits Umar bin Al-Khottoob, Rasulullah ﷺ juga bersabda :

((لو أنكم تتوكلون على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير، تغدو خماصاً وتروح بطاناً

“Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenarnya, pasti Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana memberi rezeki kepada burung yang pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang."
(Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dan Ibn Majah dan Ahmad yang sanadnya shohih. Dishohihkan oleh Syeikhunaa Muqbil Alwadi'i rohimahulloh).

Maka segeralah bertaubat dan stop dari ribaa. Stop mensuplai makanan yang harom kepada anak dan istri. Cari pekerjaan yang halal meski harus jual siwak atau gorengan atau bekerja menjual jasa seperti menjadi sopir ojek atau menjadi terapis reflexology dan bekam dan lain-lain, maka Alloh akan memberikan harta halal yang melimpah!. Yakinilah itu wahai saudaraku...

Barokallohu fika, saya mendukung hijroh dan taubatnya.

والله أعلم

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »