BOLEHKAH MELAYAT KE TETANGGA YANG NON-MUSLIM

09.40
════════════════════
      🔰 FAKULTAS TAUHID 🔰
      ‎     SOAL JAWAB No. 78
════════════════════

⁉BOLEHKAH MELAYAT KE TETANGGA
YANG NON-MUSLIM❓


⁉📬 Pertanyaan :

Assalamu'alaikum ustadz, apa yang kita lakukan apabila ada tetangga kita -non muslim- meninggal, apa yang kita ucapkan dan bagaimana sikap kita sebagai tetangga?


👆✍ *Ustadz Saeed Albandunjie* _(Abu Yaman -laqob dari Syeikh Adil Manshur-)_

Ta’ziyah atau menjenguk orang yang meninggal banyak sekali memiliki nilai baik di dalamnya. Bisa penghormatan atas mayit karena semasa hidupnya orang yang meninggal itu dikenal sebagai orang baik, suka membantu dakwah atau seorang aalim ulama, atau sekedar mengamalkan akhlaq yang baik kepada tetangga, karena kita hidup bermasyarakat (sosial people) maka kita butuh kepada tetangga dan masyarakat sekitar saling berhubungan baik dengan simbiosis mutualisme.

Jika tujuan kita berta'ziyah kepada tetangga Nasroni atau penganut agama lain seperti Hindu, Budha dan lain sebagainya itu hanya sekedar unsur kemanusiaan, dimana orang kafir ini mempunyai hubungan kerukunan bertetangga yang sangat baik dan bukan termasuk kafir al-harbi (kafir yang memerangi kaum muslimin), maka Jumhur ulama (Abu Hanifah, Asy-Syafi’i dan Ahmad) membolehkan ta’ziyah kafir selama bukan al-harbi (yang diperangi),
apalagi jika ada memiliki nilai tambahan untuk maslahah dakwah dan membuat keluarga yang masih hidup cinta kepada Islam, maka ini menjadi perkara dan momentum yang baik.

Seperti dulu Nabi ﷺ mendakwahi Yahudi yang diriwayatkan oleh Al-Bukhori :
Dari Anas bin Malik berkata: "bahwa dulu ada anak Yahudi yang menjadi pembantu Nabi ﷺ lalu sakit, maka Nabi menziarohinya dan mendakwahinya kepada Islam. Anak itu melihat bapaknya yang berkata, ikuti Abul Qosim ﷺ, maka masuklah anak itu ke dalam agama Islam. Lalu keluarlah Nabi ﷺ dan berkata:  alhamdulillah bagi yang menolongnya dari api neraka."

عن أنس رضي الله عنه قال كان غلام يهودي يخدم النبي صلى الله عليه وسلم فمرض فأتاه النبي صلى الله عليه وسلم يعوده فقعد عند رأسه فقال له أسلم فنظر إلى أبيه وهو عنده فقال له أطع أبا القاسم صلى الله عليه وسلم فأسلم فخرج النبي صلى الله عليه وسلم وهو يقول الحمد لله الذي أنقذه من النار

Maka jika tetangga penanya -baarokallohu fika- bukan termasuk orang kafir yang tidak memusuhi dan memerangi Islam dan kaum muslimin dan bahkan semasa hidupnya dia berbuat baik akhlaqnya kepada warga sekitarnya yang banyak kaum musliminnya bahkan ada tanda-tanda dari keluarganya ada yg ingin masuk Islam, maka boleh berta'ziyah.

Adapun tentang apa yang diucapkan, maka apa saja tentang kebaikan maka sebutkan saja. Misalnya, semoga yang ditinggal diberi kesabaran dan diberikan hidayah dan rezeqi yang halal.

Namun awas... tidak boleh memintakan istighfaar untuknya. Seperti ucapan : "Yaa Alloh ampuni dosa-dosa orang kafir ini...", maka ini hukumnya haram, seperti firman-Nya :

{مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَن يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ (113)

"Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam."
(QS. At-Tawbah : 113)

♻ Kesimpulan : jika ada kemaslahatan untuk kemanusiaan bahkan untuk dakwah Islam maka boleh berta'ziyah. Namun jika tidak ada maslahah bahkan hanya sekedar mengagungkan orang kafir ini, sehingga dapat menimbulkan pemikiran bagi yang hadir baik dari kerabatnya yang Nashoro atau tetangganya muslim awam, justru dengan kehadiran dai/ustadz fulan yang terkenal dan sangat keras manhajnya datang menghadiri ta'ziyah bagi orang kafir ini malah memberikan persepsi yang buruk tentang bolehnya beragama Nasrani dan sebagainya, maka ini hukumnya haroom. Dan ucapan ini yg dipilih ulama di zaman now.

⏬⏬⏬

Seperti as-Syeikh al-Albani dinukil di :

الموسوعة الفقهية الميسرة
(4/185)

Dan assyeikh Ibn al-Utsaimin seperti dinukil di فتاوى في أحكام الجنائز(ص:353رقم السؤال317).
 فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء(9/132).

dan begitu pun Fatwa Al-Lajnah ad-Daimah :

(إذا كان القصد من التعزية أن يرغبهم في الإسلام فإنه يجوز ذلك، وهذا من مقاصد الشريعة، وهكذا إذا كان في دفع أذاهم عنه، أو عن المسلمين.

"Jika yang diniatkan dari ta'ziyah agar menyebabkan mereka cinta kepada Islaam maka boleh hukumnya. Dan ini dari keinginan syariat. Dan begitupun jika ada unsur keuntungan syariat agar mereka orang kafir tersebut menyebabkan tidak memusuhi Islam dan muslimin."
Selesai.

والله أعلم

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »