Setelah saya melihat fatwa dari Dewan Fatwa al-Irsyad no : 004/DFPA/VI/ 1439 yang di dalamnya terdapat _peng-klaim-an_ fatwa dari as-Syaikh Imam al-Albani rohimahullah, bahwa beliau termasuk ulama yang menganjurkan untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum, ini menyelisihi dari kenyataan yang ada.

22.17
══════════════════
 🔰  FAKULTAS MANHAJ 🔰
  ⭐️ *SYUBHAT PEMILU* ⭐️
 *SYAIKH AL-ALBANI RUJUK*
  *DARI FATWA BELIAU SOAL*
     *‎PEMBOLEHAN PEMILU*
       SOAL JAWAB No. 92
══════════════════

Hasil gambar untuk pemilu
Setelah saya melihat fatwa dari Dewan Fatwa al-Irsyad no : 004/DFPA/VI/ 1439 yang di dalamnya terdapat _peng-klaim-an_ fatwa dari as-Syaikh Imam al-Albani rohimahullah, bahwa beliau termasuk ulama yang menganjurkan untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum, ini menyelisihi dari kenyataan yang ada.

Maka wajib bagi saya untuk menjelaskan kepada saudara-saudara saya tentang hakikat fatwa as-Syaikh al-Albani tentang pemilu.

➖➖➖➖➖➖➖

*PENJELASAN RUJUKNYA AS-SYAIKH AL-ALBANI DARI FATWA PEMBOLEHAN PEMILU*

Saat ditanyakan kepada Syaikh kami Muqbil Alwadi'i soal fatwa Syaikh Al-Albani tentang bolehnya pemilu di Aljazair.

قال الإمام المجدد مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله تعالى: (وهذه الفتوى قد اتصلتُ بشأنها بالشيخ الألباني حفظه الله وقلت له: كيف أبحتَ الانتخابات؟ قال: أنا ما أبحتها ولكن من باب ارتكاب أخفّ الضّررين .
فننظر هل حصل فيالجزائر أخف الضّررين أم حصل أعظم الضّررين؟واقرءوا ترجمة أبي حنيفةتجدون علمائنا ينهون عن الرأي والاستحسان، ويرون أنه سبيل الاعتزال وسبيل التجهم،أما فتوى الشيخ الألباني فهم يأخذونها من زمن قديم. تحفة المجيب ص 311-316

Maka berkata al-Imam al-Mujadid Muqbil Alwadi'i - Rohimahulloh- :

Adapun fatwa ini, sungguh aku telah menelpon Syaikh Al-Albani hafidzahullah berkaitan dengan masalah ini, kukatakan kepada beliau: "Kenapa engkau bolehkan PEMILU?" Beliau jawab: "Aku tidak bolehkan PEMILU hanya saja dalam rangka mencegah bahaya yang lebih besar."

Maka kitapun melihat apakah yang terjadi di Aljazair bahaya yang paling ringan ataukah yang terjadi justru bahaya yang paling besar??

Bacalah sejarah Abu Hanifah, engkau akan dapati ulama kita melarang dari ro'y dan istihsan (mengembalikan perkara agama kepada akal dan anggapan baik tanpa dalil) dan ulama menganggap bahwa hal itu adalah jalan menuju kepada bid'ah mu'tazilah dan jalan menuju ke pemikiran Tajahhum, fatwa Syaikh Al-Albani dari dulu mereka pegang.
(Tuhfatul Mujib, hal 311-316)

Maka Imam Alwadi'i telah mengirim surat-surat ke Imam al-Albani rohimahumallohu taalaa yang di dalamnya ada pelarangan pemilu, bahwa pemilu tidak boleh, tidak boleh bagi kita untuk mengambil bagian dari padanya. Syaikh Al-albani menandatanganinya kemudian ditandatangani juga oleh masyaikh al-Yaman (Syaikh kami Muqbil Alwadi'i dan Murid muridnya, -pen)

* فقد سئل الشيخ سليم بن عيد الهلالي- هداه الله -: يا شيخ اليمن مُقْبِلة على الانتخابات، ولعلهم الآن فيها أو انتهوا منها، فما حكم الخوض فيها وإعطاء الأصوات للمرشحين أو المشاركة في هذه الانتخابات ؟

فأجاب : رأيُنا في الانتخابات وفي الترشيح هو رأي بيّنّاه قديما : أنه لا يجوز، ونشرنا ذلك في مجلتنا الأصالة، وقد أتى للشيخ – يعني الإمام الألباني- حفظه الله خطابٌ من الشيخ مقبل، ووقّع عليه بعض أهل العلم في اليمن وكذلك وقّع عليه شيخنا؛ أنه لا يجوز خوض هذه الانتخابات ولا يجوز الخوض بشيء منها فإن هذه طريق من طرق الشيطان، وطريق لإعلاء كلمة الباطل، وليس طريقة لإعلاء كلمة الحق أو كلمة الله تبارك وتعالى..) من شريط "أسئلة الطالب اليماني لطلبة الألباني".

Telah ditanya Saliim Ied al-Hilali -hadaahulloh-: bahwa di Yaman sedang berlangsung pemilu atau sudah selesai. Bagaimana hukum mengikuti pemilu dan memilih calon-calon pemimpin yang ditunjuk oleh partai-partai?

Pendapat kami tentang pemilu dan pencalonan sejak dulu kami jelaskan : tidak boleh. Dan telah kami sebarkan di majalah kami al-Asholah.

Dan telah datang kepada Syaikh Imam al-Albani surat pernyataan dari Syaikh Muqbil Alwadi'i yang ditandatangani Masyaikh al-Yaman dan ditandatangani Syaikh kami (al-Albani), bahwa tidak boleh untuk ikut merayakan pemilu dan turut campur pada pesta demokrasi tersebut, karena ini adalah jalan-jalan syeithon. Dan jalan pemilu ini bukan untuk meninggikan yang al-haq atau meninggikan kalimat Alloh Azza wa Jalla.

- Selesai dari kaset (pertanyaan dari murid-murid al-Yamani kepada murid-murid al-Albani)

* وسئل علي بن حسن بن عبد الحميد الحلبي هداه الله- قبل أن يصيبه ما أصابه الآن، نسأل الله أن يوفقه للسير على ما كان عليه قبل!!-: عمّا يُنسب إلى الإمام الألباني رحمه الله تعالى من جواز المشاركة في الانتخابات؛

فأجاب :
(هذا كلام باطل، وما نعرفه عن الشيخ منذ حوالي من عشرين عاما، هو على القاعدة التي ذكرها أخونا أبو أسامة [يعني الشيخ سليم الهلالي] حفظه الله مِن منع ذلك، والورقات البيّنة الواضحة التي فيها حكم هذا الشيء بتوقيع الشيخ مقبل وبعض إخوانه وبعض المشايخ هنالك، ولمّا أُرسلت إلى الشيخ الألباني فإذا به يضمّ صوته إلى صوتهم وبالتالي هذا هو الكلام الواضح والقول الظاهر الحق اللائح، وأما ما قد يفهمونه فهما ويستخرجونه استخراجا ويستنبطونه استنباطا من كلام آخر قد يكون هنا أو هناك من كلام الشيخ فهذا إنما هو ليس عين قوله وليس أصل كلامه وفتواهوالله تعالى أعلم، ثم هم يلتصقون باسم الشيخ عند الشيء الذي يريدونه، فهم يشابهون في ذلك أهل الأهواء كما قال وكيع بن الجراح: (أهل الأهواء يقولون الذي لهم ويكتمون الذي عليهم) وهكذا هؤلاء، إذا الشيخ الألباني وافق شيئا وافق ما هم عليه نشروه في الدنيا، فإذا خالف ما هم عليه كتموه وكبتوه....) من شريط: "أسئلة الطالب اليماني لطلبة الألباني" .

Maka ditanya Ali Hasan bin Abdilhamiid Al-Halabi-hadaahulloh- dari apa-apa yang  dinisbatkan kepada ucapan Imam al-Albani tentang bolehnya mengikuti pemilu.

Jawabannya: ini adalah ucapan yang bathil. Apa-apa yang kami fahami semenjak bersama as-Syaikh al-Albani 20 tahun, maka beliau tetap pada kaidah yanh disebutkan Abu Usamah (Salim al-Hilali- tentang tidak bolehnya ikut pemilu).

Dan surat yang sangat jelas yang ada padanya tandatangan Syaikh Muqbil dan ikhwah serta masyaikh Yaman di sana. Maka saat kami berikan kepada Syaikh Al-Albani maka diapun ikut bergabung dengan pendapat Syaikh Muqbil dan murid-muridnya dari masyaikh al-Yaman. *Maka inilah ucapan pendapat yanh jelas (dari Syaikh Al-Albani tentang pemilu).*

Adapun ucapan orang-orang (dai pemilu dan demokrasi) yang mencari-cari dan mengambil istinbaat dari ucapan-ucapan Syaikh yang dibawa kearah pembolehan pemilu maka ini bukan hakikat dari ucapan as-Syaikh al-Albani dan bukan asal dari ucapan beliau dan fatwanya.
Wallahu a'lam.

Mereka (para dai pemilu dan demokrasi) mengambil ucapan/fatwa Syaikh yang dia inginkan saja (untuk membela syubuhat mereka), maka perbuatan mereka ini menyerupai perbuatan ahli ahwaa.

Seperti ucapan imaam Waqi bin al-Jarooh : ahlu hawa mereka menukil (ucapan ulama ahlusunnah) yang dianggap menjadi hujjah untuk memperkuat kebid'ahan mereka. Dan menyembunyikan (ucapan imam ahlusunnah) saat mencela dan membantah kebid'ahan mereka.

Demikianlah mereka (dai pemilu yang mengambil fatwa dari Syaikh Al-Albani untuk kepentingan mereka).

Jika ucapan Syaikh al-Albani sesuai dengan ucapan mereka, disebarkanlah ucapan beliau tersebut ke seluruh dunia. Dan jika ucapannya menyelisihi mereka maka mereka bungkam dan menyembunyikannya dan menghalangi manusia dr ucapannya.
(Selesai dari sumber yang sama)

♻️ *Kesimpulan : *
Khabar-khabar di atas dengan otomatis membatalkan prasangka (para dai pemilu Indonesia yang dikepalai oleh Firanda dan konco-konconya dari dai-dai rodja) yang beranggapan bahwa as-Syaikh al-Albani membolehkan pemilu. *Ini tidak benar!*

Tapi yang benar atau yang haq adalah fatwa yang ditandatangani oleh as-Syaikh al-Albani atas surat tulisan tentang pelarangan pemilu dan demokrasi yang ditandatangani oleh Syaikh Muqbil, masyaikh Yaman dan  murif-muridnya. Dan ini yang disaksikan oleh Salim al-Hilali dan Ali Hasan Al-Halabi atas as-Syaikh al-Albani rohimahulloh.

Maka saya nasihatkan kepada Firanda dan konco-konconya agar bertaubat kepada Alloh dan tidak memaksakan untuk mengajak orang masuk pemilu dengan tipuan fatwa Al-Imam Al'allaamah al-Albani.

____________________________

Adapun tulisan tentang larangan mengikuti pemilu dan penjelasan tentang haramnya demokrasi yang  ditandatangani oleh dua imaam al-muhadits al-Albani dan Syaikh kami Muqbil Al-Wadi’i, insyaAllah akan kami uraikan dalam Soal-Jawab No. 93 & 94 nanti.

والله أعلم

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »